Review Upin Ipin Musim 14 – Penjaga Baru Episode 4

 

Ketika di rumah, Upin Ipin yang sedang tertidur mencium aroma ayam. Ipin berjalan dan mengikuti aroma tersebut. Ternyata, ada nenek dan kak Ros yang sudah menyiapkan makanan. Memang benar kak Ros sedang menggoreng ayam. Ipin sudah sangat semangat, namun sang nenek bilang tunggu dulu, mereka akan sahur bersama-sama. Nenek meminta Ipin membangunkan Upin. Keduanya makan sangat lahap hingga kekenyangan. Mereka bahkan bilang bisa kenyang hingga dua sampai tiga hari. Kak Ros meledeki dengan berkata paling-paling nanti tengah hari sudah lapar. Sang nenek sementara itu mengingatkan bahwa seharusnya mereka berdoa sebelum dan sesudah makan. Bahkan, mereka tidak menyebutkan Alhamdulillah ketika sudah kenyang.

 

Upin dan Ipin kemudian meminta maaf dan menunjukkan bahwa mereka bisa membaca niat puasa. Di pagi hari, Upin dan Ipin mengerjakan PR, sementara kak Ros bertanya mengapa mereka tidak pergi mengaji. Ternyata, guru mengaji mereka sedang berhalangan. Kak Ros berniat untuk meminta bantuan Upin dan Ipin. Tetapi Upin dan Ipin bilang bahwa setelah mengerjakan PR, mereka akan pergi bermain. Kak Ros yang melihat dari belakang meminta mereka untuk membelikan ayam. Upin dan Ipin keluar rumah dan melihat teman-temannya main. Upin tergoda untuk melihat apa yang teman-temannya mainkan. Ipin akhirnya juga tergoda. Mereka ingin bermain bersama, namun Ehsan bilang yang kalah harus memberikan semua es krim. Upin dan Ipin lantas bertanya apakah teman-temannya tidak puasa.

 

Mereka menjawab bahwa hanya Ehsan yang tidak puasa. Ehsan mengaku bahwa ia tidak sahur tadi pagi. Upin dan Ipin kemudian melipat perahu kertas untuk bermain bersama dengan yang lain. Mereka saling beradu cepat berdasarkan perahu kertas milik mereka. Persaingan antara sekawan ini sangatlah seru karena tiba-tiba ada angsa yang membuat perahu kertas mereka tenggelam. Upin dan Ipin akhirnya kembali ke rumah dan langsung ditanya kak Ros. Upin dan Ipin mengaku bahwa mereka lupa dan mengembalikan uang kak Ros. Upin dan Ipin disuruh untuk langsung mandi karena kakinya sangatlah kotor. 

 

Setelah itu, mereka bersiap-siap untuk berbuka puasa. Kak Ros masih marah karena mereka lupa membeli ayam. Nenek bertanya apakah Upin dan Ipin suka berpuasa? Mereka menjawab iya. Nenek bertanya lagi, apakah Upin dan Ipin senang? Mereka juga bilang ia. Nenek kemudian bertanya mengapa mereka terlihat demikian? Ternyata ini karena mereka tidak suka dengan makanan yang ada di meja. Nenek kemudian mengingatkan mereka untuk melakukan tugas mereka terlebih dahulu. Upin dan Ipin meminta maaf kepada kak Ros setelah itu mereka membaca doa dan berbuka bersama.

 

Upin dan Ipin di pagi hari merekam diri mereka sendiri dan berbicara tentang bulan Ramadhan dan makanan-makanan yang sering ada. Menurut Ipin, dari semua makanan, yang paling ia sukai ialah ayam goreng kak Ros. Setelah itu, mereka membahas berbagai kegiatan yang bisa dilakukan saat Ramadhan, mulai dari mengaji, tadarus, Shalat Tarawih, serta tetap menjalankan Shalat 5 waktu. Tidak lama kemudian, teman-temannya muncul dan saling berebut untuk merekam video. Kemudian Upin dan Ipin ke rumah atok dan melihat telur yang dierami ayam milik atok. Mereka juga mencari kemana perginya telur tersebut. Ehsan ternyata yang bisa menemukan telur tersebut. Yang lain kemudian membantu untuk memindahkannya. Setelah Ehsan, terdapat juga Jarjit yang menemukan banyak telur bebek.