Informasi Metode Pelekatan Pada Bayi Beserta 4 Posisi Tepat Untuk Menyusui

Bagi seorang ibu yang baru saja memiliki buah hati pertama, tidak sedikit yang merasa bingung terkait metode pelekatan pada bayi dengan benar. Mengingat belum banyak pengalaman terkait mengasuh bayi terutama mengenai posisi pelekatan terbaik, supaya bayi bisa memperoleh asupan ASI dengan lebih optimal. Pemberian ASI ini merupakan sebuah proses alami biasa dilakukan oleh ibu beserta bayi.

Metode pelekatan yang baik dapat menghindarkan ibu dari masalah payudara ketika proses menyusui. Sementara bagi bayi metode yang tepat dapat membuat seluruh nutrisi yang diperlukan bisa diperoleh. Bagi yang ingin mengetahui ulasan lebih, terkait langkah metode pelekatan beserta posisi yang tepat untuk menyusul, bisa menyimak pembahasan berikut:

Metode Pelekatan

Sebagai upaya memudahkan ibu dalam mencari metode pelekatan pada bayi yang tepat dapat dilakukan dengan sejumlah langkah. Dimana langkah tersebut sering disingkat menjadi CALM, adapun ulasannya adalah sebagai berikut:

  • C kepanjangan dari Chin atau yang berarti dagu. Merupakan posisi dagu dari bayi tengah menyentuh payudara ibu.
  • A singkatan dari Aroela memiliki makna puting dengan warna cenderung lebih gelap. Dimana bagian bawah dari puting ini lebih dominan masuk ke mulut bayi jika dibandingkan dengan bagian sisi atas.
  • L adalah Lips yang berarti bibir. Posisi ini menjadikan bibir bayi terlihat keluar baik bagian atas ataupun bawah, bentuknya menyerupai bibir ikan.
  • M kepanjangan dari Mouth yang memiliki arti mulut. Dimana posisi mulut bayi terbuka sampai cukup lebar hingga sudutnya tak terlihat.

Posisi Menyusui Yang Tepat

Untuk para ibu yang bosan atau lelah jika harus menyusui memakai satu posisi. Dapat menggantinya dengan sejumlah pilihan posisi menyusui yang tergolong tepat untuk dilakukan. Adapun pilihan posisi tersebut adalah seperti berikut:

1. Cradle

Dalam keadaan ini bayi berada di posisi dekapan dan juga di bagian atas pangkuan ibu. Dengan semua bagian tubuh bayi menghadap beserta menempel pada ibu. Sementara untuk kepala dari bayi diletakkan dan disandarkan pada bagian lengan milik ibu.

Letak punggung dari bayi berada di dekapan memakai lengan ibu lainnya. Kemudian muka dari bayi dihadapkan pada payudara. Ibu perlu memastikan jika pinggul, serta telinga dan juga bahu milik bayi tengah dalam kondisi yang lurus.

2. Foodball

Cara menyusui memakai posisi ini bisa dijadikan sebagai alternatif untuk para ibu yang melakukan persalinan memakai cara caesar. Sama dengan nama yang dipergunakan bahwa bayi letaknya digendong layaknya pemain tengah memegang bola. Apabila bayi menyusu di payudara sebelah kanan. Maka ibu bisa membaringkan bayi hingga posisinya terlentang di sebelah kanan ibu.

3. Berbaring Miring

Secara umum posisi ini banyak dipakai oleh ibu untuk melakukan proses menyusui sang buah hati, khususnya ketika malam hari. Ibu serta bayi dibuat sama-sama berbaring dengan kondisi miring saling berhadapan. Di sini badan dari ibu dapat ditahan menggunakan bantal, terutama pada bagian lutut serta juga bagian punggung. Ibu perlu memastikan jika kepala dari bayi tidak dalam keadaan tertekuk.

4. Duduk

Tindakan yang perlu dilakukan oleh ibu jika memakai posisi ini yaitu meluruskan punggung atau duduk dengan tegap. Lalu letakkan posisi bayi menghadap pada ibu. Serta ibu bisa melingkarkan salah satu tangannya untuk sandaran bayi jika duduk. Buat punggung dan juga leher bayi sejajar dan terlihat lurus.

Demikian ulasan terkait langkah menjalankan metode pelekatan pada bayi beserta 4 posisi tepat untuk menyusui. Dengan menggunakan pilihan posisi tersebut seorang ibu juga bisa terhindar dari gangguan payudara atau lainnya. Sedangkan bayi bisa memperoleh asupan ASI dalam kadar yang lebih optimal.